Rabu, 15 Februari 2012

FOKUS: Keuangan & Distribusi Keuntungan Liga Champions

Oleh Dede Sugita | GOAL.com – Rab, 15 Feb 2012 11.15 WIB

Selain membidik status sebagai penguasa Eropa, mustahil dibantah bahwa daya tarik lain dari kancah Liga Champions bagi para partisipan adalah hadiah uangnya yang amat menggiurkan.
Tetapi, tahukah Anda bahwa kesuksesan menjadi raja di lapangan hijau dalam kejuaraan terelite level klub Benua Biru ini tak otomatis menjamin tim tersebut akan bertahta pula di level finansial?
Contoh mudah dapat dilihat pada musim lalu. Berdasarkan laporan resmi yang dirilis UEFA pada Agustus 2011, Manchester United yang harus mengakui kedigdayaan Barcelona di partai final ternyata malah tercatat sebagai pengeruk keuntungan terbesar.
Klub Inggris beralias The Red Devils itu memperoleh pendapatan total €53.197.000, sedangkan sang kampiun Los Blaugrana ‘cuma’ kebagian €51.025.000.
Mundur ke musim 2009/10, Inter Milan yang keluar sebagai jawara usai menundukkan Bayern Muenchen di Santiago Bernabeu memang memuncaki juga daftar klub dengan pemasukan tertinggi (€48.759.000), tapi posisi di bawah Il Biscione justru ditempati United (€45.811.000), yang langkahnya terhenti di fase perempat-final.
The Bavarians, finalis yang dalam perjalanannya menjegal laskar pimpinan Sir Alex Ferguson di delapan besar, harus puas mengisi slot ketiga dengan pendapatan €44.862.000.
Mengapa demikian? Well, UEFA selaku penyelenggara kompetisi memang menghargai upaya setiap tim peserta dengan hadiah uang sesuai dengan performa masing-masing.
Seluruh kontestan di fase grup otomatis menerima bonus partisipasi €3,9 juta plus jatah uang tampil setotal €3,3 juta (550 ribu per laga fase grup). Setiap kemenangan di babak ini sama artinya dengan tambahan penghasilan €800 ribu, sementara hasil seri setara €400 ribu.
Tim-tim yang mampu lolos ke first knock-out round (16 besar) memperoleh masing-masing €3 juta, perempat-final €3,3 juta, dan semi-final €4,2 juta, sedangkan tim yang sanggup menembus laga puncak tapi berakhir sebagai runner-up bakal membawa pulang €5,6 juta, dan €9 juta berhak digondol sang pemenang bersama trofi La Orejona tentunya.
Nah, kalau angka-angka di atas diberikan secara adil tergantung hasil pertandingan yang dibukukan setiap tim, lain halnya dengan pembagian fulus dari market pool. Inilah yang terpenting dan paling membedakan jatah yang diterima klub di akhir musim. Simak tabel berikut.
Tabel 1

KLUB BERPENGHASILAN TERTINGGI
DI LIGA CHAMPIONS 2010/11
- Tim-tim yang lolos ke fase knock-out -
KLUBFASE
GRUP
FASE
KNOCK-OUT
MARKET
POOL
TOTAL
Manchester United€11,2 juta€16,1 juta€25,89 juta€53,19 juta 
Barcelona€11,2 juta€19,5 juta€20,32 juta€51,02 juta
Chelsea€11,2 juta€  6,3 juta€27,02 juta€44,52 juta
Schalke€10,8 juta€10,5 juta€18,45 juta€39,75 juta
Real Madrid€11,6 juta€10,5 juta€17,18 juta€39,28 juta
Inter€10,0 juta€  6,3 juta€21,68 juta€37,98 juta
Bayern Muenchen€11,2 juta€  3,0 juta€18,36 juta€32,56 juta
Tottenham€10,4 juta€  6,3 juta€14,43 juta€31,13 juta
Roma€10,0 juta€  3,0 juta€17,08 juta€30,08 juta
Arsenal€10,4 juta€  3,0 juta€16,58 juta€29,98 juta
AC Milan€  9,6 juta€  3,0 juta€13,19 juta€25,79 juta
Marseille€10,4 juta€  3,0 juta€11,68 juta€25,08 juta
Valencia€10,4 juta€  3,0 juta€10,65 juta€24,05 juta
Lyon€10,0 juta€  3,0 juta€  9,65 juta€22,65 juta
Shakhtar Donetsk€11,2 juta€  6,3 juta€  3,78 juta€21,28 juta
FC Copenhagen€10,0 juta€  3,0 juta€  8,24 juta€21,24 juta

Dari data di atas dapat dilihat bahwa penghasilan total United terdongkrak porsi market pool mereka. Sementara Chelsea muncul sebagai tim dengan bagian market pool terbesar sehingga bisa melejit ke urutan ketiga meski terdepak di delapan besar UCL 2010/11.

Lantas, apa sih yang disebut market pool dan kenapa pembagiannya tidak merata bahkan terkesan jomplang? Market pool adalah alokasi dana dari UEFA yang dibagikan kepada semua partisipan Liga Champions.

Perbedaan jatah pembagian ditentukan beberapa faktor, di antaranya terutama kontribusi nilai kontrak televisi liga domestik tim bersangkutan dalam pemasaran hak siar televisi dan hak komersial Liga Champions, posisi tim tersebut di liga domestik pada musim sebelumnya, serta sejauh mana laju mereka di Liga Champions musim terkini.

Dengan demikian, jadi terasa wajar apabila klub-klub anggota liga utama Eropa memperoleh bagian lebih besar ketimbang utusan liga minor semacam Liga Ukraina (Shakhtar Donetsk, di UCL lolos hingga perempat-final) dan Liga Denmark (FC Copenhagen, 16 besar).

Dua klub yang disebut terakhir ini bahkan harus rela kebagian jatah lebih kecil dibanding beberapa tim yang gagal melangkah ke babakknock-out. Pemasukan total mereka pun kalah gede daripada Panathinaikos. (Lihat tabel 2)

Logikanya, laga yang melibatkan wakil dari liga-liga ternama pasti lebih laku dijual hak siar televisi dan hak komersialnya sekaligus menambah pula pendapatan UEFA sebagai pemegang kewenangan tunggal dalam memasarkan Liga Champions.

Chelsea sendiri melahap porsi "kue" terbesar berkat status mereka sebagai juara bertahan Liga Primer, liga berdaya jual paling tinggi, plus fakta sepasang duel perempat-final UCL versus United menyedot banyak perhatian.

Ya, selain faktor-faktor yang telah disebutkan di atas, besarnya animo penonton yang kadang sulit diterka pun turut mempengaruhimarket pool. Ini sekaligus menjelaskan kenapa Schalke 04 (runner-up Bundesliga) bisa unggul tipis dari Bayern Muenchen yang berstatus Deutscher Meister 2009/10.

Perjalanan Die Koenigsblauen membuat kejutan lolos ke empat besar ternyata amat mengundang atensi pemirsa layar kaca, khususnya saat mereka menjungkalkan Inter Milan di perempat-final dan ketika dibekuk United di semi-final.

Jatah market pool Schalke bahkan lebih tinggi dari Real Madrid meskipun Los Blancos bersua Barcelona yang menyingkirkan mereka dalam bentrokan sengit el clasico di semi-final.
Tabel 2

KLUB BERPENGHASILAN TERTINGGI
DI LIGA CHAMPIONS 2010/11
- Tim-tim yang gagal lolos ke fase knock-out -
KLUBFASE
GRUP
MARKET 
POOL
TOTAL
Panathinaikos€8,0 juta€14,37 juta€22,37 juta
Bursaspor€7,6 juta€12,45 juta€20,05 juta
Rangers€9,2 juta€  9,32 juta€18,52 juta
CFR Cluj€8,4 juta€10,01 juta€18,41 juta
Werder Bremen€8,8 juta€  8,65 juta€17,45 juta
Rubin Kazan€9,2 juta€  4,56 juta€13,74 juta
Auxerre€8,0 juta€  5,72 juta€13,72 juta
Spartak Moscow€9,6 juta€  4,11 juta€13,71 juta
Twente€9,2 juta€  4,23 juta€13,43 juta
Ajax€9,2 juta€  3,12 juta€12,32 juta
SC Braga€9,6 juta€  2,24 juta€11,84 juta
Benfica€4,0 juta€  3,03 juta€11,83 juta
Basel€8,8 juta€  2,19 juta€10,99 juta
Hapoel Tel-Aviv€8,8 juta€  1,30 juta€10,10 juta
FK Partizan€7,2 juta€  1,31 juta€  8,51 juta
MSK Zilina€7,2 juta€  0,21 juta€  7,41 juta

Lalu, untuk musim 2011/12 yang sebentar lagi akan menggelarkick-off babak 16 besar, apakah klub yang mengangkat trofi di Allianz Arena pada 19 Mei mendatang bakal mengeruk keuntungan terbesar juga seperti Inter dua tahun silam? Atau justru mesti rela menerima penghasilan lebih kecil seperti Barca musim kemarin?

Well, seperti telah dijabarkan di atas, besaran pendapatan satu tim di kancah Liga Champions tak selalu selaras dengan kesuksesan di lapangan, dan satu yang paling pokok lantaran adanya pembagian porsi market pool. Kita nantikan saja.

Wow... Biaya Logistik di Indonesia Diklaim Paling Mahal di Dunia

Rabu, 15 Februari 2012 , 08:03:00 WIB


RMOL.Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyatakan, biaya logistik di Indonesia yang mencapai 24 persen dari total Produk Domestik Bruto (PDB), atau senilai Rp 1.820 triliun per tahun, merupakan biaya logistik paling tinggi di dunia.
Anggota Lembaga Pengkajian Peneliti dan Pengembangan Eko­nomi (LP3E) Kadin Indo­nesia Ina Primiana mengatakan, angka tersebut setara dengan Rp 1.820 triliun yang terbagi dalam biaya penyimpanan sebesar Rp 546 tri­liun, biaya transportasi Rp 1.092 triliun dan biaya ad­ministrasi se­besar Rp 182 triliun.

Dijelaskannya, biaya logistik di Indonesia terbilang sangat ting­gi jika dibandingkan Malay­sia yang hanya 15 persen, serta Amerika dan Jepang 10 persen. Biaya penanganan kon­tainer di Indonesia juga paling tinggi di an­tara negara-negara Asia Teng­gara. Bahkan, pemba­yaran bia­ya logistik pun harus dengan dolar AS.
Untuk kontainer 20 kaki di Pelabuhan Tanjung Priok tarifnya 95 dolar AS (sekitar Rp 858 ribu), sementara Malaysia hanya 88 dolar AS (sekitar Rp 795 ribu) dan Thailand 63 dolar AS (sekitar Rp 587 ribu),” ujar Ina di Kantor Ka­din Indonesia, Jakarta, ke­marin.

Selain paling mahal, mata uang yang dibayar oleh pelaku usaha dalam membayar biaya logistik pun berbeda. Di Malaysia dan Thailand, pembayaran bisa di­bayar dengan mata uang setem­pat, tetapi di Indonesia harus de­ngan dolar AS.
Tidak hanya itu, sambung Ina, biaya angkut antar kota dan antar pulau di Indonesia pun terbilang mahal dibandingkan Singapura. Misalnya, ongkos pengapalan kon­­tainer dari Padang, Sumatera Barat ke Jakarta mencapai 600 dolar AS (sekitar Rp 5,4 juta), se­dangkan dari Singa­pura ke Ja­karta hanya 185 dolar AS (sekitar Rp 1,6 juta).
“Belum lagi setiap kapal yang melakukan bongkar muat di pelabuhan harus mengalokasikan dananya Rp 150 juta per hari,” keluhnya.

Menurutnya, faktor logistik yang mahal itu menjadi salah satu penyebab sulitnya mencapai ke­tahanan pangan di Indonesia. “Di­karenakan kondisi riil logistik Indonesia yang masih sangat bu­ruk, sehingga ada ketidak­lan­ca­ran ketika dilaksanakan pe­ngi­riman dari sentra produksi ke sentra konsumsi di Indonesia,” jelasnya.
Selain itu, regulasi dan mutu pelayanan logistik Indonesia juga masih buruk. Karena waktu jeda barang impor di Indonesia bisa mencapai lima sampai enam hari. Ada pula infrastruktur yang ma­sih konvensional dan belum ada konektivitas antar satu lokasi ke lokasi lainnya.

Kendala lainnya, Ina menye­but­kan, teknologi informasi dan komunikasi juga menjadi per­masalahan dalam proses peman­tauan arus barang serta banyak­nya dokumen yang harus di­persiapkan.
“Untuk meningkatkan daya saing, harus ada pembenahan in­frastruktur dan konektivitas. Se­lain itu, diperlukan evaluasi ulang terkait hal-hal yang men­jadi be­ban biaya logistik, seperti biaya antrian di pelabuhan, biaya sewa gudang, rumitnya masalah per­izinan, kepengurusan di pabean,” beber Ina. [Harian Rakyat Merdeka]

Selasa, 14 Februari 2012

AS dan Eropa Sahkan Google Akuisisi Motorola

Rabu, 15 Februari 2012, 07:40 WIB

VIVAnews - Pengatur kebijakan di Amerika Serikat telah menyetujui akuisisi senilai US$12,5 miliar, yang dilakukan Google terhadap Motorola Mobility. Pengesahan ini didapat beberapa jam setelah sebelumnya juga disahkan oleh Pengatur Kebijakan di Eropa.

Seperti dikutip dari laman BBC, kesepakatan antara Google dengan Motorola dianggap Komisi Eropa tidak mengganggu persaingan pasar untuk sistem operasi untuk perangkat mobile. 

Walau begitu, AS dan Eropa tetap akan melakukan pengawasan terhadap perusahaan. Selain itu, penggunaan paten yang dilakukan pesaing mereka juga ikut diawasi.

Setelah mengambil alih Motorola, Google memang berhak menggunakan 17.000 paten yang dimiliki Motorola Mobility.

Walau mendapat persetujuan Eropa dan AS, kesepakatan ini tetap membutuhkan pengesahan dari Cina, Taiwan, dan Israel.

Komisioner Kompetisi Uni Eropa, Joaquin Almunia, mengatakan bahwa kesepakatan Motorola Mobility dengan Google tidak mengancam persaingan. "Tapi Komisi Eropa tetap menjaga mata dengan perilaku pemain pasar di berbagai sektor, terutama dalam meningkatkan strategi penggunaan paten," ucapnya.

Pernyataan Almunia ini bertolak belakang dengan kenyataan yang ada. Sebab bulan lalu, Komisi Eropa melakukan investigasi terhadap Samsung yang menggunakan paten kuncinya dalam melemahkan pesaing mereka.

Tonggak Penting
Menanggapi ini, Vice President Google, Don Harrison mengatakan pengesahan dari Uni Eropa merupakan tonggak penting bagi perusahaan. "Kombinasi Google dan Motorola Mobility akan sangat meningkatkan Android," ucap Harrison.

"Ini juga akan menggairahkan persaingan dan menawarkan konsumen inovasi yang lebih cepat, pilihan yang lebih hebat, dan pengalaman penggunaan yang menarik," lanjutnya.

Kesepakatan Google dan Motorola Mobility memang menimbulkan pertanyaan untuk masa depan Android: Apakah Google tetap menjadikan Android sebagai sistem operasi terbuka yang bisa digunakan di perangkat selain Motorola, misalnya HTC dan Samsung?

Google sendiri berkali-kali menjamin Android akan menjadi sistem operasi terbuka. Kesepakatan dengan Motorola Mobility juga disebut untuk strategi bisnis lain, dan tak terkait Android.

Mengenai ini, Komisi Eropa pun mengamini pernyataan Google. "Ini tidak menjadikan Google membatasi penggunaan Android terbatas hanya untuk Motorola, pemain minor di Area Ekonomi Eropa."
• VIVAnews

Seagate Ambil Alih Bisnis Hard Disk Samsung

Rabu, 21 Desember 2011, 08:44 WIB

VIVAnews - Seagate Technology, salah satu pemain utama di bisnis hard disk akhirnya menuntaskan transaksi pengambilalihan bisnis hard disk milik Samsung Electronics Co., Ltd. Sesuai perjanjian, Seagate kini menguasai aset, infrastruktur, dan karyawan Samsung.

Sebagai informasi, produk andalan Samsung adalah hard disk 2,5 inci berkapasitas tinggi yakni seri Samsung M8. Adapun karyawan-karyawan yang diambil adalah mereka yang bertugas di bidang desain teknis fasilitas Samsung Korea yang fokus ke pengembangan komponen untuk mobile.

"Seagate dan Samsung akan bekerjasama untuk memenuhi peningkatan permintaan produk perangkat penyimpanan,” kata Steve Luczo, Chairman, President dan CEO Seagate, dikutip dari New York Times, 21 Desember 2011. “Ini waktu yang menarik di industri dengan peluang yang besar di pasar komputasi mobile, cloud computing, dan solid state storage,” ucapnya.

Transaksi ini awalnya diumumkan pada April 2011 bersama dengan serangkaian perjanjian lain antara Seagate dan Samsung. Seagate memasok disk drive untuk perangkat PC, notebook dan perangkat konsumer elektronik Samsung.

Adapun Samsung memasok produk semi konduktor untuk penggunaan pada produk SSD (solid state drive) dan solid-state drive hybrid dan produk Seagate lainnya.

Kedua perusahaan ini juga telah memperluas dan meningkatkan kesepakatan  lisensi silang penggunaan bersama paten kedua perusahaan dan telah memperluas kerjasama untuk bersama mengembangkan solusi-solusi storage untuk enterprise.

"Kerjasama strategis akan membuka peluang baru untuk kedua perusahaan dengan saling melengkapi solusi teknologi kreatif satu sama lain guna menghadirkan aplikasi-aplikasi IT yang beragam," kata Oh-Hyun Kwon, Vice Chairman of Device Solutions Samsung Electronics.

Nilai gabungan dari transaksi dan perjanjian mencapai US$1,4 miliar atau sekitar Rp12,7 triliun, terdiri dari 45.239.490 saham biasa (ordinary shares) Seagate dan sisanya dibayarkan secara tunai. Selain itu, Samsung akan menunjuk direktur untuk bergabung dalam dewan direksi Seagate.
• VIVAnews

Rabu, 08 Februari 2012

EKONOMI SYARIAH: Margin bagi hasil mulai mengacu indeks sektor riil

Kamis, 26 Januari 2012

Tim pilpres Mega Prabowo


Selasa, 02/06/2009 20:48 WIB
Tim Sukses Mega-Prabowo
Strategi Gerilya Lawan Operasi Intelijen
Deden Gunawan - detikNews


Jakarta - M Yasin akhir-akhir ini sungguh sibuk. Kelompok massa silih berganti menemui anggota tim sukses Mega-Prabowo tersebut. Sang jenderal memang ditunjuk sebagai koordinator penggalangan massa.

Dipilihnya Yasin sebagai koordinator penggalangan massa lantaran ia pernah masuk dalam tim sukses SBY di pilpres 2004. Dia dianggap menguasai lapangan, terutama di tingkat akar rumput.

...............

Hanya saja, kata dia, medan pertempuran di Pilpres kali ini agak berbeda dengan Pilpres 2004. "Untuk menjaring massa saat ini unsur money politics akan sangat kuat. Ini merupakan imbas dari pilkada yang selalu menggunakan serangan fajar dengan bagi-bagi uang. Tantangan seperti ini yang paling berat," aku Yasin.

Yasin sepakat dengan anggapan sejumlah pihak yang menyebutkan, dalam Pileg April lalu, terjadi 'operasi senyap' yang mempengaruhi pilihan masyarakat dan beberapa kecurangan.

"Operasi senyap bukan isapan jempol. Kisruh DPT dan serangan fajar merupakan strategi yang mereka gunakan," jelasnya.

Untuk mengantisipasinya, Jasin mengaku telah membentuk jejaring relawan di sejumlah daerah. Mereka terdiri dari kelompok-kelompok kecil massa namun tersebar merata hingga ke kampung-kampung.

Dengan pola gerilya seperti ini, urai Jasin, jauh lebih efektif menghadapi operasi senyap yang dilakukan pasangan lain. Selain itu akan sangat membantu dalam meraih dukungan masyarakat.

Namun untuk detailnya Jasin enggan menjelaskan. "Janganlah soal strategi nggak bisa diungkapkan. Nanti terbaca lawan," katanya singkat.

Saat ini di barisan pendukung Mega-Prabowo terdapat beberapa relawan yang siap memenangkan pasangan tersebut di Pilpres. Mereka antara lain Pandu Prabowo, Poros Ampresa, Brigade Masjid serta Barindo Raya.

Pandu Prabowo bertugas menyasar dukungan dari kalangan aktivis mahasiswa, ormas, organisasi pemuda, serta anggota-anggota partai lain.

Adapun Brigade Masjid akan menggarap masyarakat atau kelompok-kelompok Islam. eSemntara Barindo Raya akan mengambil segmen tokoh-tokoh masyarakat.

Sekretaris Tim Sukses Nasional Mega-Prabowo, Hasto Kristianto mengatakan, meskipun banyak kelompok relawan dibentuk, namun semuanya satu komando. Tidak seperti relawan yang ada di pasangan SBY-Boediono maupun JK-Wiranto.

"Kalau relawan yang ada di pasangan lain bergerak secara mandiri tanpa koordinasi tim sukses resmi. Kalau di Mega-Prabowo semuanya harus satu komando dan terdaftar di
KPU," jelasnya.

Untuk urusan lapangan, para relawan tersebut berkoordinasi dengan Jasin. Setelah itu, Jasin melaporkannya ke Theo Sayafe'i, Ketua Timses nasional untuk dilanjutkan dalam rapat internal tim sukses bersama Mega dan Prabowo.

Sama seperti tim sukses pasangan lainnnya, Mega-Prabowo juga diperkuat sejumlah purnawirawan. Selain Letjen Purn M Yasin, ada mantan Komandan Korps Marinir Letjen
Marinir Purn Suharto, Mayjen TNI Purn Adang Ruchiatna, dan mantan Deputi BIN Muhdi PR yang tercatat sebagai tim sukses nasional Mega-Prabowo.

"Tapi itu nama-nama yang resmi yang didaftar di KPU. Kalau yang tidak didaftar lumayan banyak," kata Budi Mulyawan dari relawan Pandu Prabowo

(ddg/iy)

Selasa, 02/06/2009 16:39 WIB
Tim Sukses Mega-Prabowo
Libatkan Konsultan Tenar Lokal Hingga Bule AS & Jerman
Deden Gunawan - detikNews


Jakarta -
Mega tampak sumringah berbalutkan baju warna merah. Perempuan yang biasa irit bicara dan alergi terhadap wartawan tersebut, siang itu banyak tertawa dan mau berbicara panjang lebar. Mega tampil lebih ramah.


Siang itu, Kamis (28/5/2009), Mega menggelar acara khusus untuk wartawan. Aneka makanan santap siang sudah disiapkan untuk wartawan di ruang tengah rumah Mega, di Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat. Nasi beralaskan daun pisang, lalapan, ayam goreng, telor mata sapi pun disuguhkan untuk wartawan.

Acara bertitle 'Megawati Mendengar Wartawan' itu menjadi istimewa karena di luar kebiasaan. Jarang-jarang Mega mengajak masuk dan menjamu wartawan di dalam rumahnya. Biasanya wartawan cukup berada di halaman rumah Mega untuk menunggu apabila ada pengumuman atau jumpa pers. Namun kali ini, wartawan dipersilakan masuk ke ruang tamu dan berbincang akrab dengan orang nomor 1 di PDIP itu.

Menghadapi Pemilu Presiden (Pilpres) 2009, Megawati yang maju berpasangan dengan Prabowo itu memang terus berbenah. Mega seperti ingin mengikis citra dirinya yang diam dan anti wartawan.

Namun saat ditanyakan tentang upaya mengubah citra tersebut, Mega mengaku tidak terlalu peduli dengan pencitraan. Daripada membentuk tim pencitraan, Mega lebih suka membuat tim dapur. "Kita sebagai partai wong cilik akan berjalan apa adanya," jelas Mega.

Mega menambahkan, dirinya tidak mau diatur-atur urusan bicara atau bertingkah-laku di hadapan konstituennya. Itu sebabnya, dalam setiap kegiatan PDIP, hanya ditangani kader partai.

"Sejak 1996 sampai sekarang, saya hanya punya tim dapur. Mereka lah yang sering saya suruh membuat dapur umum untuk bikin makanan buat pengurus dan konstituen PDIP setiap ada acara," terang Mega.

Namun anggota tim kampanye nasional Mega-Prabowo, Hasto Kristianto membenarkan ada tim pencitraan untuk Mega-Prabowo untuk menghadapi Pilpres. Untuk urusan pencitraan Mega-Prabowo dikelola tim manajemen kampanye. Tim itu bertugas memberikan analisa media serta analisa di lapangan (kampanye).

Hasto memaparkan, pencitraan yang akan dilakukan Mega-Prabowo terfokus pada media. "Karena Prabowo berulangkali menjelaskan kepada kami media merupakan jembatan emas untuk memenangkan pertarungan Pilpres," jelas Hasto.

Cara pencitraan lewat media bisa berupa iklan maupun menjalin komunikasi yang baik dengan wartawan. Karena alasan itu Megawati, yang selama ini dikenal "kurang ramah" dengan media, menggelar "Mega Mendengar Wartawan".

Acara itu merupakan arahan dari konsultan yang dibayar untuk memoles citra pasangan Mega Prabowo. Konsultan ini pula yang meminta tim sukses pasangan tersebut cooling down saat Rizal Mallarangeng menyerang Prabowo dengan isu kuda dan olahraga polo.

Namun Hasto tidak mau menjelaskan siapa di belakang tim pencitraan Mega-Prabowo. "Orangnya tidak mau disebutkan. Tapi yang jelas mereka orang-orang profesional," kilah Hasto.

Kabar yang beredar, konsultan pencitraan Mega-Prabowo ditangani Ida Sudoyo, pemilik perusahaan humas Ida Sudoyo & Associates. Keterlibatan Ida atas rekomendasi Hashim Djojohadikusumo, adik Prabowo.

Selain menggunakan jasa Ida Sudoyo, Mega-Prabowo juga menggunakan jasa konsultan politik Rob Allyn. Konsultan asal Amerika Serikat (AS) ini dianggap kubu Prabowo telah berhasil membuat Gerindra meraih 4,6 persen suara di Pileg. Sekalipun partai berlambang kepala burung garuda itu baru berumur setahun.

Sayangnya, kubu Mega-Prabowo saat dimintai keterangan, semuanya mengaku tidak mengetahui. "Kalau soal konsultan asing itu saya tidak tahu. Tanya saja Asrian (media center Mega-Prabowo)," jelas Haryanto Taslam, mantan manajer Gerindra Media Center.

Sementara Wakil Direktur Mega-Prabowo Media Center Asrian, ketika dihubungi ternyata juga tidak mengetahui adanya konsultan tersebut. "Saya juga mendengar kabar adanya konsultan asing sejak lama. Tapi setahu saya di Mega-Prabowo tidak ada," tutur Asrian

Hanya saja untuk konsultan iklan, ujar Asrian, Mega-Prabowo selalu meminta pendapat Gary Hayes, pemilik rumah produksi Padi Interprice. Gary pula yang menangani materi iklan gerindra saat pemilu legilatif.

Namun anggota Bapilu DPP PDIP, yang juga jadi relawan Pandu Prabowo, Budi Mulyawan, mengakui kalau ada konsultan politik asing bernama Rob Allyn. "Itu dari dulu (Pileg)
memang menangani Gerindra. Tapi saya kurang tahu apakah dia orang Amerika atau Jerman. Soalnya belum pernah ngobrol," urainya.

Dilanjutkan Budi, selain melibatkan konsultan bule, Mega-Prabowo juga melibatkan Effendi Gazali dalam hal pencitraan. Posisi Effendi menggantikan Denny JA, Direktur Lingkaran Survei Indonesia (LSI) yang sebelumnya menggawangi pencitraan PDIP di pileg.

Ketika PDIP keok dari Partai Demokrat (PD) dan Golkar, Denny kemudian lompat ke pasangan SBY-Boediono di Pilpres. Akhirnya posisi Denny kemudian diisi Effendi Gazali.

Namun saat detikom mengkonfirmasi hal tersebut, Effendi membantah. Dia mengaku tidak pernah menjalin kontrak kerja khusus dengan pasangan Mega-Prabowo.

"Saya dekat dengan semua, dengan Mega, Prabowo, JK, Wiranto, SBY, maupun Boediono. Tapi saya tidak pernah menjalin kontrak ekslusif dengan salah satu dari mereka," jelas Effendi melalui pesan singkatnya.

Lanjut Effendi, kedekatannya dengan para kandidat semata untuk menjaga agar komunikasi politik di Indonesia saat pilpres jedi jernih dan menciptakan well informed Society. Jadi apa yang disampaikan dan dijanjikan harus bisa diwujudkan dalam kerangka waktu tertentu.

"Jadi tidak benar saya menangani Mega-Prabowo dalam hal pencitraan," pungkasnya.
(ddg/iy)

Rabu, 25 Januari 2012

Sebuah Situs Berita Seketika

Refleksi Abdul Rahman

Abdul Rahman - detikNews
Jumat, 20/01/2012 09:26 WIB 

 Jakarta - Sesungguhnya timeline itu tidak diperkenalkan oleh Twitter tapi, saya yakin, oleh Budiono Darsono. Atau Yayan Sopyan. Atau mereka berdua bersama. Saya lupa persisnya.

Waktu itu, 1997, melihat berita-berita hebat yang berdesakan muncul (kerusuhan, demo, bakar-membakar, drama politik di DPR dan di jalanan) serta sulitnya mendapat kabar paling akhir di media-media yang ada, Budiono (atau Yayan Sopyan) pun punya ide: membuat sebuah situs berita yang terus menerus di-update; beritanya pendek-pendek, sering dan seketika -- diberitakan saat itu juga tanpa menunggu lengkap.

Di situs berita itu wartawan harus melaporkan langsung saat kejadian, melalui telepon. Sedikit-sedikit, tak perlu menunggu habis. Semua berita yang masuk dianggap sama, tak ada yang utama atau kurang utama. Yang membedakan hanya waktu. Yang terbaru yang di atas, menggeser yang sebelumnya. Begitu seterusnya.

Dengan kata lain, sebuah timeline. Atau seperti kata seorang teman setelah melihat newsfeed Facebook: "Oh sekarang saya mengerti: detikcom itu semacam Status Update!"

Ya begitulah. Detikcom adalah update status aneka peristiwa yang terjadi di sekeliling kita. Detikcom adalah linimasa yang punya banyak admin, yaitu Budiono Darsono dan seluruh awak redaksinya.

Konsep seperti itu, waktu itu, tentu saja adalah konsep yang unik. Ketika untuk pertama kalinya (1999) saya berjumpa dengan seorang pengurus modal ventura, itulah hal pertama yang dikatakannya: di seluruh dunia, kata dia, tak ada media seperti detikcom. Satu-satunya. Bahkan CNN pun tak melakukannya. Apalagi media-media lain yang kebanyakannya cuma memunggah berita sehari sekali.

Mewujudkan konsep itu menjadi sebuah usaha tentu saja tak gampang. Pertama, darimana mendapat berita? Media online lain menggunakan konten dari media cetaknya atau membeli dari kantor berita. Detikcom terpaksa punya wartawan sendiri.

Maka pertanyaan berikut dari sang modal ventura: "Bagaimana itu mungkin? Apa tidak kemahalan?"

Saya jawab, kuncinya adalah jumlah berita per wartawan. Dalam model ini, wartawan harus ekstra produktif, mengirim belasan laporan per hari dan semua laporan harus layak baca, tak bisa seperti di media cetak yang bisa memuat tulisan tak layak cuma buat memenuhi halaman. Banyak berita, banyak halaman dibaca, maka satuan biaya untuk menghasilkannya pun jadi rendah, lebih rendah dari satuan harga iklannya.

Dilakukan di negara lain konsep ini mungkin tak bisa jalan. Tapi di Indonesia, karena di negara kita yang luar biasa luas dan kompleks ini suplai berita tak putus-putus, bisa. Apalagi kalau bentuk laporannya pendek-pendek.

Dan terbukti, meski tak mudah. Hanya butuh waktu 1 tahun buat detikcom untuk menjadi situs terpopuler di Indonesia; tapi untuk meraih laba pertamanya diperlukan waktu 5 tahun. Sesudah itu detikcom terus tumbuh dengan subur. Sampai sekarang.

Tapi kini zaman sudah berubah. Timeline sudah jadi hal biasa. Media-media Internet Indonesia banyak mengadopsi konsep tersebut. Twitter dipenuhi linimasa akun yang diikuti ratusan ribu hingga jutaan orang (*follower* detikcom hampir 2 juta). Dulu orang haus informasi dan bebondong-bondong mengunjungi detikcom. Kini orang dibanjiri informasi dan tak cukup punya waktu untuk mengikuti semuanya.

Pertanyaannya tentu saja: sampai kapan model linimasa detikcom ini bisa bertahan?


*) Abdul Rahman, pendiri detikcom, Dirut PT Agranet Multicitra Siberkom (Agrakom)