Tampilkan postingan dengan label Teknologi Internet. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teknologi Internet. Tampilkan semua postingan

Kamis, 30 Juli 2009

Yahoo bekerjasama dengan Microsoft


Teknologi - IT dan Internet
30/07/2009 - 14:01
Yahoo-Microsoft Keroyok Google


INILAH.COM, Jakarta - Yahoo dan Microsoft akhirnya mencapai kata sepakat kerjasama yang sudah dirancang sejak lama. Melalui kerjasama itu, dua perusahaan menyatukan kekuatan untuk menantang pemimpin pasar Google.

Dalam perjanjian tanpa cash itu, Yahoo akan menggunakan situs pencari Microsoft yang baru Bing. Yahoo akan berperan secara eksklusif sebagai penjual iklan global pencarian premium di situs itu.

Menurut firma ComScore, Google menguasai 65% pasar pencarian. Gabungan antara Yahoo dan Microsoft akan menjadikannya memiliki 30% market share.

Yahoo, yang tahun lalu menolak tawaran US47,5 miliar pengambilalihan dari Microsoft, menyatakan akan mendapat kenaikkan US$500 juta operating income tahunan. Selain juga mendapat US$200 juta penghematan capital expenditure melalui perjanjian dengan Microsoft itu.

Yahoo juga memperkirakan perjanjian itu akan menyediakan US$275 juta operating cash flow tahunan.

"Aku yakin perjanjian itu menjadi fondasi era baru inovasi internet,” kata chief executive Yahoo Carol Bartz.

Chief executive Microsoft Steve Ballmer mengatakan perjanjian itu akan menjadikan Bing makin kuat dalam menantang Google, selain menarik lebih banyak user dan pengiklan.

"Dengan kerjasama dengan Yahoo akan membuat pencarian lebih inovatif dan nilai tambah bagi pengiklan. Kerjasama ini akan memberikan kami kekuatan dan sumber daya untuk membuat pencarin di masa depan,” kata Ballmer.[ito]

Rabu, 15 Juli 2009

OS Gratis ala Google

Teknologi - IT dan Internet
11/07/2009 - 22:13

Chrome OS Jadikan PC Makin Murah
Budi Winoto




INILAH.COM, Jakarta – Langkah Google yang mengumumkan sistem operasi Chrome secara gratis, bisa memaksa Microsoft melakukan perang harga. Konsumen yang akan diuntungkan, karena harga PC menjadi semakin murah.

Kehadiran Chrome OS (operating system) bisa menjadi ancaman bagi Windows 7. Meskipun Windows mendominasi system operasi dan diinstall di 90% PC di dunia, kehadiran Google Chrome OS bisa menjadi tantangan berat.

"Strategi Microsoft tampaknya akan bersaing di harga. Kini ada kompetitor dengan kekuatan dan merek terkenal. Google adalah perusahaan itu," kata Brent Williams analis di Benchmark Co.

Chrome OS berbasiskan Linux dan didesain untuk PC secara umum. Namun debutnya akan dimulai pada netbook. Hal itu mudah dipahami, karena netbook adalah segmen yang masih mampu tumbuh di saat pasar PC sedang turun.

Jika Google mampu menarik orang membeli komputer dengan Chrome OS, hal itu akan memotong dua sumber keuangan Microsoft terbesar, Windows dan Office yang termasuk di dalamnya Word, Excel dan PowerPoint. Microsoft yang pernah mematikan Netscape di ranah selancar internet, kini sebaliknya mendapat ancaman berat dari Google.

Konfrontasi antara dua perusahaan itu telah diduga selama bertahun-tahun. Namun saat jubir Google mengkonfirmasikan akan mengenalkan vendor komputer di Taiwan dan China yang menjual PC yang menjalankan Chrome OS tetap saja sebagai kejutan.

Ancaman pada Microsoft itu sangat jelas. Di posting blognya Sundar Pichai, Vice-President Product Management dan Linus Upson Engineering Director menjelaskan Chrome OS meredesain ulang arsitektur yang mendasari OS.

Google meyakinkan, user tidak akan diganggu oleh virus, malware dan update keamanan yang selama ini menjadi kekurangan Windows. Chrome OS akan berbasiskan system operasi Linux dan secara khusus ditawarkan untuk netbook.

Laptop kecil dan murah itu dua tahun terakhir tumbuh meledak karena ukuran serta harganya. Data IDC menunjukkan pengapalan netbook telah mencapai 9,5% keseluruhan pengapalan komputer.

Sangat jelas jika pasar bergerak ke Chrome OS, Microsoft akan kehilangan revenue dari Windows dan revenue dari produk Office. Hal itu akan membuat pendarahan keuangan secara berlahan pada raksasa itu, dan mengantar pada kebangkrutan.

Namun begitu tidak semua yakin Google bisa sukses. Michael Gartenberg, consumer devices analyst di Interpret yang bermarkas di Los Angeles termasuk yang tidak terkesan. "Konsumen secara besar-besaran menolak netbook berbasis Linux dan memilih mesin Windows," jelasnya.

Ia menilai pengumuman Google itu hanya untuk mengalihkan perhatian dari peluncuran sistem operasi Windows 7 yang dijadwalkan pada Oktober. "Dengan menciptakan banyak ketakutan dan ketidakpastian, Google berharap bisa mengambil perhatian dan user mengabaikan Windows 7," imbuhnya.

Analis Collins Stewart, Ashok Kumar tidak yakin Chrome adalah ancaman jangka pendek pada Microsoft. Hal itu karena Microsoft bisa secara fleksible mempermainkan harganya untuk merespon adanya tantangan.

"Linux akan naik, dan makin banyak vendor yang mengambil kesempatan, sementara Google menyediakan platform berbeda. Tapi itu hanya tahap pertama dari sebuah marathon," ungkapnya.

Sementara analis Gartner, Michael Silver menyatakan langkah Google bisa sebagai risiko bagi Microsoft. Namun dia ragu raksasa software itu akan memotong harga Windows dengan segera.

"Jika mereka melihat adanya ancaman, mereka akan merespon. Tapi netbook telah lama dijual dengan Windows XP dan lebih sukses dibandingkan Linux meskipun harganya lebih mahal,” paparnya.

Namun Google terus maju dengan mengumumkan netbook yang menjalankan sistem operasi Chrome sudah siap pada akhir tahun ini. Google juga telah bekerja sama dengan beberapa perusahaan untuk mengembangkan Chrome OS, termasuk dengan Hewlett-Packard dan Acer. [E1]

Rabu, 24 Juni 2009

Warnet Perlu Merubah Strategi Bisnis Lebih Cepat

Rabu, 10/06/2009 20:13 WIB
Usia warnet tinggal lima tahun lagi

oleh : Antara

JAKARTA (Antara): Usaha warung internet (warnet) masih bisa bertahan hidup sampai lima tahun lagi, berhubung usaha ini harus menghadapi sejumlah masalah, kata Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Warnet (APW)-Komintel Rudi Rusdiah.

Dalam Pertemuan antara para pengusaha warnet dengan PT Microsoft Indonesia di Jakarta, Rabu, Rudi mengatakan, masalah tersebut seperti semakin murahnya harga personal komputer, menjamurnya laptop dengan harga murah, menurunnya tarif internet, handphone yang memiliki fasilitas internet, hingga jaringan internet.

Karena itu, jika ingin hidup pengusaha warnet harus memiliki strategi bisnis yang baik, seperti menekan tarif rata-rata Rp3.000-4.000 per jam, memilih Internet Service Provider (ISP) yang stabil dengan harga terjangkau, Personal Computer (PC) yang selalu di-upgrade setiap tiga tahun, PC dengan spesifikasi game, serta pelayanan yang memuaskan.

"Bisnis warnet sekarang untung karena adanya game online dan demam facebook, warnet game online plus kafe yang menyediakan steak, spaghetti, atau jus lebih bagus lagi," katanya.

Ia menambahkan, jika sebuah warnet dalam sehari dikunjungi lebih dari 200 pelanggan setiap hari, maka dalam tujuh bulan sudah bisa balik modal.

Terkait semakin menjamurnya laptop dengan harga murah, Warnet masa depan, ujarnya, diperkirakan tidak lagi seperti warnet saat ini, tetapi hanya menyediakan hotspot dan tempat bekerja serta asesoris perkantoran seperti menyediakan alat scanning atau printing.

"Bahkan karena CPU mini sudah muncul, warnet di masa depan bisa hanya menjadi warnet "docking system" yang sekedar menyediakan keyboard, display dan internet ports," katanya sambil menambahkan bahwa banyak orang yang lebih menyukai layar yang besar daripada layar kecil di handphone serta menyukai tombol (tuts) yang besar.

Sampai 2010, diperkirakan akan ada sekitar 10 ribu warnet di perkotaan, namun di pedesaan perkembangan warnet tetap menyedihkan, ujarnya.

Sementara itu, Pengamat Teknologi Informasi Dr Naswil Idris, mengatakan, pengusaha warnet harus bangga karena telah memperluas akses penggunaan teknologi informasi kepada masyarakat Indonesia serta mencerdaskan kehidupan bangsa.

"Sayangnya pemerintah tak peduli pada warnet, bahkan warnet menjadi sasaran polisi untuk di-`sweeping` meski software bajakan juga digunakan di banyak instansi pemerintah dan swasta, bukan saja di warnet," katanya. (dj)

bisnis.com

URL : http://web.bisnis.com/sektor-riil/telematika/1id121905.html