Tampilkan postingan dengan label teknologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label teknologi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 27 April 2011

Pabrik Mesin Tik Terakhir di Dunia Ditutup


Pabrik Mesin Tik Terakhir di Dunia Ditutup
Produksi dihentikan sejak mesin ini tergerus oleh kecanggihan teknologi komputer.

Rabu, 27 April 2011, 15:55 WIB
Denny Armandhanu

VIVAnews - Mesin tik manual yang sempat populer di abad ke 20 segera punah. Pasalnya, satu-satunya pabrik pembuat mesin tik terakhir di dunia telah memutuskan untuk menghentikan produksinya.

Dilansir dari laman PC Mag, Selasa, 26 April 2011, pabrik terakhir pembuat mesin tik Godrej & Boyce di Mumbai, India, memutuskan untuk menghentikan produksinya sejak mesin ini tergerus oleh kecanggihan teknologi komputer.

"Sejak awal tahun 2000 ke atas, komputer mulai mendominasi. Semua pabrik mesin tik berhenti berproduksi, kecuali kami. Sampai 2009, kami masih memproduksi 10.000 sampai 12.000 mesin tik per tahunnya," ujar manajer operasi Godrej & Boyce, Milind Dukle.

Jumlah itu terlalu sedikit dan memaksa perusahaan itu berhenti memproduksi mesin tik.

Ketika dibuka pada 1950, perusahaan ini memproduksi lebih dari 50.000 mesin tik per tahunnya. Pada 2009, perusahaan ini menghentikan produksi mesin tik alfabet dan menggantinya dengan produksi mesin tik berbahasa Arab.

Mesin tik pertama dikenal dengan nama 'bola ketik' diproduksi di Eropa pada tahun 1870. Perusahaan Remington mulai memproduksi masal mesin tik yang telah dikembangkan tiga tahun kemudian dengan format QWERTY yang masih berlaku sampai sekarang.

Sampai awal 1900an, mesin tik muncul dalam berbagai variasi. Namun pada 1910, semua mesin tik mengikuti standardisasi yang telah ditetapkan secara global, diantaranya adalah peletakan tombol shift dan tombol simbol.

• VIVAnews

Sabtu, 25 Juli 2009

Lupakan BlackBerry, Kini Era Android

Teknologi - Komunikasi dan Gadget
26/07/2009 - 11:31
Lupakan BlackBerry, Kini Era Android
Budi Winoto


Android
(istimewa)


INILAH.COM, Jakarta - Lupakan iPhone atau BlackBerry. Google sedang dalam misi untuk mengambil alih dunia ponsel. Sistem operasi inovatif Android makin banyak digunakan ponsel baru, dan suatu saat semua ponsel bisa jadi akan menggunakannya.

Ponsel bisa dikatakan teknologi paling berhasil di generasi sekarang. Dengan produksi empat miliar handset di seluruh dunia berarti dua kali lipat pengguna internet serta dua setengah kali jumlah televisi. Lalu apa yang akan terjadi selanjutnya di dunia ponsel?

Jika Google ingin masa depan Android sukses, dalam beberapa bulan ke depan akan menjadi masa krusial. Android sendiri sudah mendapat momentum dan disebut sebagai sistem operasi ponsel yang akan mengubah cara menggunakan ponsel.

Saat ini ponsel dioperasikan dengan caranya sendiri-sendiri. Sebaliknya misi Android adalah menyederhanakannya. Termasuk membuat tampilan lebih intuitif dan tersedia secara luas sebagai standar.

"Kombinasi kesederhanaan software dan trend di negara berkembang yang langsung ke fungsi menjadikan Android platform global yang menarik untuk beberapa tahun ke depan," kata Richard Warmsley, head internet dan entertainment operator T-Mobile.

Android diprakarsai perusahaan kecil di Palo Alto California yang kemudian dibeli Google pada 2005. Sejak saat itu, Android telah menjadi flagship dari kelompok 48 perusahaan yang dikenal sebagai Open Handset Alliance.

Yang menarik dari Android dan membedakan dari pesaingnya adalah dibuat berdasarkan Linux. Semua orang tahu, Linux dibidani pakar teknologi di seluruh dunia. Selain itu Linux didistribusikan secara open source yang berarti semua orang yang mempunyai kemampuan teknologi yang relevan bisa ikut mengembangkannya.

Berbagai vendor ponsel sudah mulai menunjukkan handset Androidnya. Termasuk pembuat handset Motorola sangat yakin dengan masa depan Android. Perusahaan itu dilaporkan mempekerjakan tim yang terdiri dari 77 insinyur untuk membuat sistem operasi sendiri, serta mempekerjakan insinyur yang paham sistem Google itu.

Tak hanya ponsel, Android juga telah diujicobakan untuk menjalankan netbook. Tak heran Android ini bisa mengancam smartphone popular BlackBerry serta iPhone. Ponsel Android bisa menjadi pesaing langsung iPhone karena keduanya mengusung spesifikasi tinggi serta harga yang tidak beda jauh.

Namun developer Android berbasis di Inggris Al Sutton mengatakan situasi akan berkembang menyerupai pasar komputer. "Aku lihat masa depan iPhone dan Android akan sama dengan PC Mac dan PC Windows. Apple fokus menjadi merek premium sedangkan Android akan tersedia di mana-mana," jelasnya.

Google menyatakan hingga akhir tahun ini akan tersedia 18 handset Android dari berbagai vendor. Sementara yang sudah menyambangi konsumen adalah Android G2 Touch dan Hero yang diproduksi oleh produsen Taiwan HTC.

Ponsel itu high end dengan mengusung kamera 5 megapiksel serta fungsionalitas video serta GPS. Selain itu tentu saja kelebihan integrasi penuh dengan produk Google termasuk Gmail, Google Talk dan YouTube.

Lalu apakah Android bisa menyaingi iPhone? Salah satu yang membuat salah satu unggul adalah tersedianya aplikasi, sehingga fungsi handset konsumen lebih banyak. Tapi filosofi dua ponsel itu dalam memandang aplikasi sangat berbeda.

iPhone sudah lama melakukan tindakan diktator. Apple hanya mengizinkan aplikasi yang lolos uji dan kadang lewat sensor ketat. Sebaliknya Android membebaskan sepenuhnya pada developer. Mayoritas adalah gratis, dan ada yang harus membayar. Keuntungan yang diambil diserahkan pada developer.

Karena kode software tersedia secara open-source maka bisa diubah oleh developer di seluruh dunia. Developer tinggal menyesuaikan untuk kebutuhan lokal dan akan menjadi pesaing ketat Apple App Store.

Sementara iPhone sendirian, handset Android mulai membanjiri pasar. Berbagai handset HTC G1, HTC Magic, G2 Touch/HTC Hero telah disambut antusias konsumen. Perusahaan Korea, Samsung siap merilis Galaxy pada akhir tahun ini begitu pula dengan LG. [E1]

Rabu, 24 Juni 2009

Walkman Kembali ke "Medan Perang Lawan"

24/06/2009 - 17:32

Sony Bangkitkan Kejayaan Walkman


INILAH.COM, Jakarta – Walkam Sony yang posisinya sudah diambil alih oleh iPod Apple pada 1990-an bangkit kembali. Sony menggebrak pasar dengan merilis Walkman X Series.

X Series tidak hanya menawarkan kualitas suara tapi juga menambahkan fitur yang tidak dimiliki oleh pesaing yaitu layar OLED. Hasilnya user akan langsung tahu perbedaan pemutar musik mini ini dengan produk lain. Layar yang ditawarkan juga sangat terang dan membuat pemutar MP3 ini lebih unggul dari pesaingnya.

Pemutar MP3 Sony itu merupakan perangkat dengan OLED paling murah yang ada di pasaran. Namun ukuran layar X Series hanya 3 inci lebih kecil dari iPod Touch berukuran 3,5 inci.

Seperti Touch, Walkman Sony X Series memiliki kelebihan mudah digunakan dan pengontrol yang nyaman di jari.

Casing perangkat itu kokoh, dengan finishing yang baik. Perangkat ini menawarkan daya tahan baterai 9 jam untuk memainkan video. Walkman Sony X Series mendukung format audio MP3, WMA, dan AAC serta menapilkan video MP4, WMV dan H.264.[ito]